Cyberindo.id

Hot

11/10/2026

Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Hadir di Pasar Pasisian Leuweung Taman Sari, Setu

11 Oktober

 

Cyberindo – Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan Pasar Pasisian Leuweung yang diselenggarakan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat sebagai upaya meningkatkan wawasan dan kesadaran masyarakat.


Kegiatan Pasar Pasisian Leuweung dinilai sebagai wadah edukatif dan promotif yang strategis untuk memperkenalkan potensi sektor kehutanan, pertanian, dan lingkungan kepada masyarakat luas.


Penelaah Teknis Kebijakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Nani Mariani, S.ST menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat tersebut.


"Kami dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi sangat mensupport kegiatan Pasar Pasisian Leuweung. Ini kegiatan yang sangat positif juga sebagai upaya meningkatkan wawasan dan perekonomian masyarakat". ujarnya, Senin (6/10/2026).


Menurutnya, kolaborasi antar dinas merupakan kunci untuk memberikan edukasi yang komprehensif kepada masyarakat. Sektor pertanian dan kehutanan memiliki keterkaitan yang sangat erat dalam menjaga ekosistem dan ketahanan pangan.


"Kami diberikan stan serta bekerjasama dengan para petani untuk menampilkan hasil potensi masyarakat", ucapnya.


Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi juga berencana untuk turut berpartisipasi aktif dengan menampilkan potensi pertanian Kabupaten Bekasi, produk-produk unggulan, serta inovasi-inovasi pertanian ramah lingkungan.


Dengan adanya Pasar Pasisian Leuweung, diharapkan dapat terbangun kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih mencintai hutan, menjaga lingkungan, dan mendukung produk-produk lokal Jawa Barat.

Read More

Kolaborasi Lintas Sektor Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jabar

11 Oktober

Cyberindo – Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi turut berpartisipasi dengan menghadirkan olahan dan promosi sektor perikanan pada kegiatan Pasar Pasisian Leuweung yang digelar oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan di Alun-alun Edu Forest, Desa Taman Sari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi tersebut menjadi ajang kolaborasi lintas sektor untuk mempromosikan potensi sumber daya alam, termasuk sektor kehutanan, pertanian, dan perikanan serta dari Pemadam Kebakaran.


Baca juga : Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Hadir di Pasar Pasisian Leuweung Pada Kegiatan Dinas Kehutanan Provinsi Jabar 


Kepala Bidang Daya Saing pada Dinas Perikanan Kabupaten, Bekasi Wahyudin, S.Pi., M.Si. menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk memperluas promosi dan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi perikanan di Kabupaten Bekasi.


"Kami menampilkan berbagai olahan hasil perikanan, serta peluang usaha di sektor perikanan. Ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan produk-produk unggulan perikanan dari Kabupaten Bekasi kepada masyarakat," ujarnya di lokasi. Minggu, 11/10/2026.


Baca juga : Tinjau Langsung Jalan Rusak, Warga Apresiasi Gerak Cepat PJ Kades Karang Sambung


Partisipasi ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan yang berkelanjutan.


"Kegiatan Pasar Pasisian Leuweung sendiri ramai dikunjungi masyarakat dan diisi dengan berbagai stand dari dinas dan UMKM binaan", pungkasnya.


Ditempat yang sama Kepala UPTD Pelayanan Pengolahan Hasil Hutan pada Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Ketut Doni mengatakan ini adalah merupakan kegiatan rutin yang bertujuan meningkatkan nilai transaksi ekonomi pada masyarakat sekitar.


Selain itu, lanjut Doni, ini dalam rangka memberikan edukasi serta informasi hasil hutan. Kolaborasi ini melibatkan Damkar, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian dan Dinas-dinas lainnya.


"Harapan kami ini terus berkelanjutan dan tempat ini red- (aset Pemprov) menjadi tempat transaksi serta nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar ", jelasnya 


Read More

10/10/2026

Tinjau Langsung Jalan Rusak, Warga Apresiasi Gerak Cepat PJ Kades Karang Sambung

10 Oktober


Cyberindo – Penjabat (PJ) Kepala Desa Karang Sambung, H. Yusup, M.I.P turun langsung meninjau kondisi jalan rusak di wilayah RT 03 RW 06 Jalan Tanah Merah. Senin (6/10/2026).

Peninjauan dilakukan di titik jalan yang mengalami kerusakan cukup parah dan dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas sehari-hari, terutama saat musim hujan.


Dalam tinjauannya, PJ Kades Karang Sambung bersama tokoh masyarakat Pak Muksin dan Kong Mpe melihat langsung kondisi jalan sepanjang kurang lebih 300 m tersebut.


"Ini adalah aspirasi warga yang sudah lama dikeluhkan. Hari ini saya turun langsung untuk melihat kondisinya. Jalan ini adalah akses vital bagi warga " ujar H. Yusup selaku PJ Kades Karang Sambung di lokasi peninjauan.


Menurutnya, kerusakan jalan tersebut akan segera ditindaklanjuti. Pihak desa akan melakukan pendataan dan mengusulkan perbaikan melalui anggaran desa maupun berkoordinasi dengan Dinas terkait di Kabupaten Bekasi.


"Kami akan prioritaskan. Secepatnya kami akan lakukan perbaikan darurat agar bisa dilalui, sambil menunggu perbaikan permanen melalui program pembangunan infrastruktur desa," tambahnya.


Ditempat yang sama Muksin dan Kong Mpe menyambut baik langkah cepat PJ Kades tersebut. Mereka berharap jalan yang rusak segera diperbaiki agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga kembali lancar.


Muksin mengatakan, sudah bertahun-tahun jalan tersebut rusak dan baru kali ini ada kepala desa yang mau turun langsung ke lokasi.


"Kami senang, Pak PJ Kades mau lihat langsung. Semoga cepat diperbaiki," ujarnya.

Read More

08/10/2026

Dinkop UKM Bekasi Dorong Lahirnya Wirausaha Baru, Ibu-Ibu di Sukadami Ikuti Pelatihan Gratis

08 Oktober


Cyberindo – Sebanyak puluhan ibu rumah tangga di Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, mengikuti pelatihan gratis pembuatan makanan bayi dan balita (MPASI) yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi bersama Pemerintah Desa dan BPD Desa Sukadami di Aula Kantor Desa, Kamis (08/10/2026).
‎
‎Kegiatan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat dan penciptaan 1.000 wirausaha pemula setiap tahun yang digagas Dinkop UKM Kabupaten Bekasi dengan menyasar langsung ke desa-desa.
‎
‎Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinkop UKM Kabupaten Bekasi, Agus Dwi Riyanto, mengatakan pelatihan ini dirancang agar memiliki dua manfaat sekaligus, untuk keluarga dan untuk ekonomi.
‎
‎"Harapannya ibu-ibu peserta bisa membuat makanan yang bersih dan baik untuk anak maupun cucunya, sekaligus membuka peluang usaha baru yang dapat membantu perekonomian keluarga," kata Agus.
‎
‎Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan bahan dan peralatan praktik secara gratis. Pelatihan menghadirkan narasumber bersertifikasi Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan melibatkan Puskesmas Sukadami untuk materi gizi.
‎
‎"Kami berharap dengan adanya pelatihan seperti ini, ibu-ibu bisa memiliki keterampilan dan turut berkontribusi membantu ekonomi keluarganya. Kalau usahanya sudah berjalan, kami juga bantu untuk kelengkapan legalitas usahanya," ujar Agus.
‎
‎Ia menambahkan, Dinkop UKM menargetkan 1.000 wirausaha pemula atau UMKM binaan baru setiap tahun melalui program jemput bola ke desa, kelurahan, dan kecamatan.
‎
‎Sementara itu, Pj Kepala Desa Sukadami, Usin, menyambut baik pelatihan tersebut dan menyebut warga sangat antusias.
‎
‎"Warga sangat antusias mengikuti pelatihan ini karena selain mendapatkan pengetahuan baru, mereka juga bisa memperoleh keterampilan yang bermanfaat untuk keluarga. Semoga ilmu yang didapat hari ini bisa diterapkan di rumah masing-masing," kata Usin.
‎
‎Usin juga menyampaikan terima kasih kepada Dinkop UKM Kabupaten Bekasi yang telah memfasilitasi kegiatan di desanya.

Read More

07/10/2026

Atasi Kekeringan, Pemkab Bekasi Sudah Distribusikan 15,4 Juta Liter Air Bersih ke 54 Desa Terdampak

07 Oktober

 

Cyberindo – Penanganan kekeringan di Kabupaten Bekasi terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Hingga Selasa (6/10/2026) pukul 22.00 WIB, total distribusi air untuk masyarakat terdampak telah mencapai 15.409.275 liter.

"Penanganan terus kami lakukan dengan mendistribusikan air bersih dan air minum ke wilayah-wilayah yang terdampak. Kami juga terus berkoordinasi dengan berbagai unsur agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi.

Berdasarkan data BPBD, dampak kekeringan tercatat meluas di *54 desa pada 14 kecamatan*, dengan jumlah mencapai *363 titik lokasi* kejadian. Kondisi tersebut berdampak terhadap *37.025 Kepala Keluarga (KK) atau 109.870 jiwa.

"Dengan kondisi tersebut, distribusi air menjadi salah satu prioritas kami untuk memastikan masyarakat di lokasi terdampak tetap mendapatkan kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari," kata Dodi.

Dari total air yang telah didistribusikan, BPBD Kabupaten Bekasi menyumbang 4.685.000 liter, PDAM Tirta Bhagasasi 3.489.000 liter, dan PMI 2.623.075 liter. Bantuan juga berasal dari berbagai unsur lainnya seperti TNI/Polri, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan perangkat daerah.

"Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting karena wilayah terdampak cukup luas. Kami terus mengarahkan bantuan berdasarkan kebutuhan dan kondisi masyarakat di lapangan," tuturnya.

Selain berdampak terhadap kebutuhan air masyarakat, kekeringan juga memberikan dampak terhadap sektor pertanian. Data BPBD mencatat sebanyak *539 hektare lahan pertanian terdampak*, yang tersebar di 9 kecamatan dan 28 desa.

"Penanganan tidak hanya menyasar kebutuhan air masyarakat, tetapi juga kami dorong untuk mendukung sektor pertanian yang terdampak kekeringan," jelas Dodi.

Upaya penanganan dilakukan secara terpadu melalui distribusi air sekaligus dukungan terhadap sejumlah langkah teknis, antara lain normalisasi saluran irigasi, pompanisasi di wilayah pertanian, penertiban bangunan liar di aliran sungai, serta pembersihan dan pengangkutan sampah.

"Semua upaya tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara lebih efektif dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ungkapnya.

BPBD Kabupaten Bekasi juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di wilayah terdampak. Distribusi bantuan diarahkan kepada lokasi yang mengalami kebutuhan air paling mendesak.

"Prioritas kami adalah memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan akses air. Penanganan akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan," pungkas Dodi.

Read More