Cyberindo.id: Pendidikan

Hot

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

17/10/2026

Pemkab Bekasi Apresiasi Peran Media dalam Sosialisasi Sekolah Rakyat Terintegrasi

17 Oktober

Cyberindo - Pemerintah Kabupaten Bekasi memberikan apresiasi terhadap peran insan pers yang turut mengawal dan mempublikasikan program prioritas pemerintah, salah satunya Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat.


Apresiasi tersebut disampaikan Asisten Daerah (Asda) I Setda Kabupaten Bekasi, Hudaya, saat mewakili Plt. Bupati Bekasi pada malam Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat Tahun 2026. Acara yang digagas Kementerian Sosial itu digelar di Aula SRT 1 Kabupaten Bekasi, Sabtu (17/10/2026) malam.


Baca juga: Paripurna Umumkan Bupati Definitif, Ketua DPRD: Usai Ini Kami Akan Usulkan Pengesahan 


Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, para nomine Anugerah Jurnalistik, serta siswa-siswi SRT 1 Kabupaten Bekasi.


Hudaya menilai, pemberitaan yang masif dari media sangat membantu pemerintah dalam mengenalkan keberadaan Sekolah Rakyat kepada publik. Menurutnya, media menjadi jembatan informasi bagi masyarakat untuk memahami tujuan utama program ini, yakni memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.


"Baik media cetak, online, maupun video, semua memiliki peran penting untuk mensosialisasikan program Sekolah Rakyat agar manfaatnya diketahui masyarakat luas," kata Hudaya.


Ia menegaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya soal bangunan dan fasilitas belajar, tetapi juga tentang membuka jalan bagi anak-anak kurang mampu agar mendapatkan pendidikan yang layak dan masa depan yang lebih baik.


Pemkab Bekasi, lanjut Hudaya, berkomitmen penuh mendukung operasional SRT 1 Kabupaten Bekasi yang kini telah berjalan untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Tahap awal pembelajaran sendiri telah dimulai melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak 30 Agustus 2026.


"Untuk adaptasi memang masih menjadi tantangan, terutama bagi siswa SD yang masih harus beradaptasi jauh dari orang tua. Kalau SMP dan SMA relatif sudah nyaman," ungkapnya.


Pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga wali asuh terus melakukan pendampingan agar siswa betah dan fokus belajar. Pemkab Bekasi juga terus menjalin koordinasi intensif dengan Kemensos dan pihak pengelola sekolah.


"Harapan kami, Sekolah Rakyat ini bisa berkelanjutan dan memberi dampak nyata. Peran media sangat kami butuhkan agar informasi program ini sampai ke masyarakat yang berhak menerima," pungkasnya.

Read More

04/09/2026

Banyak Sekolah di Kab. Bekasi Ikuti Penilaian Calon Sekolah Adiwiyata 2026

04 September

Cyberindo - Sebanyak 20 sekolah di Kabupaten Bekasi telah menyelesaikan tahap penilaian dan verifikasi lapangan Calon Sekolah Adiwiyata tahun 2026. Proses tersebut berlangsung selama lebih dari satu bulan, mulai 1 Agustus hingga 2 September 2026, sebelum hasil penilaian ditetapkan.

Ketua Tim Penilai Adiwiyata Kabupaten Bekasi, Wowo Fadillah, menjelaskan pelaksanaan program tahun ini merupakan bagian dari perubahan pendekatan Adiwiyata di Kabupaten Bekasi yang mulai dibangun sejak 2025. Perubahan tersebut sejalan dengan terbitnya Permen Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata.

“Titik baliknya memang di 2025, ketika kita mulai menyamakan persepsi bahwa Adiwiyata bukan hanya lomba, tetapi bagaimana membangun pembiasaan di sekolah.” ungkapnya, Kamis (03/08/2026).

Untuk menjalankan pendekatan tersebut, pembinaan Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Bekasi melibatkan lima unsur, yakni Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Bappeda Kabupaten Bekasi, serta Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia Kabupaten Bekasi. Kelima unsur tersebut kemudian menjadi bagian dari tim pembina dan tim penilai yang dibentuk berdasarkan SK Bupati Bekasi.

Wowo mengatakan, pembinaan yang diberikan tidak hanya menyasar aktivitas siswa, tetapi membangun keterlibatan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang peduli terhadap lingkungan. Kepala sekolah, guru, siswa, komite sekolah hingga kader Adiwiyata menjadi bagian dari proses tersebut.

“Yang kita ubah itu ada dua, pertama perubahan karakter atau perilaku dan yang kedua perubahan fisik atau lingkungan sekolah.” terang Wowo.

Untuk menerjemahkan tujuan tersebut ke dalam kegiatan sekolah, program Adiwiyata mencakup lima aspek lingkungan hidup. Kelimanya meliputi kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, penghematan dan konservasi energi, serta penghematan dan konservasi air.

Kelima aspek itu kemudian dihubungkan dengan kegiatan pembelajaran sehingga materi yang diterima siswa tidak berhenti di ruang kelas. Misalnya, pengelolaan sampah dapat dikaitkan dengan pelajaran matematika melalui kegiatan mengidentifikasi, menimbang dan menghitung komposisi sampah yang dihasilkan sekolah.

“Jadi anak-anak tidak hanya mendapatkan teori, tetapi teori itu langsung dipraktikkan dengan memanfaatkan sarana yang ada di sekolah.” jelasnya.

Penerapan di lapangan juga mencakup kegiatan kebersihan dan sanitasi, pemeliharaan serta penanaman pohon, penghematan penggunaan listrik, hingga pemanfaatan air bekas wudu untuk menyiram tanaman. Sekolah juga dapat mengenalkan biopori sebagai bagian dari upaya konservasi air sekaligus menghubungkan praktik tersebut dengan materi pembelajaran tentang siklus hidrologi.

Dari sisi peserta, 20 sekolah yang mengikuti penilaian Calon Sekolah Adiwiyata 2026 berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Bekasi. Jenjang yang menjadi kewenangan kabupaten berdasarkan Permen Nomor 5 Tahun 2025 adalah SD dan SMP atau sederajat, termasuk MI dan MTs.

“Dari 20 sekolah itu memang sekolah-sekolah yang dengan kesadaran sendiri mengikuti untuk menjadi Sekolah Adiwiyata Kabupaten tahun 2026.” katanya.

Sebelum penilaian lapangan, seluruh sekolah peserta telah mendapatkan bimbingan dan pendampingan dari Tim Pembina Adiwiyata Kabupaten Bekasi sejak April hingga Juli 2026. Setelah itu, sekolah mengikuti penilaian administratif dan pemenuhan 24 kriteria melalui SIDIA atau Sistem Informasi Adiwiyata yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup.

Tahap verifikasi lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan program di masing-masing sekolah. Tim Penilai Adiwiyata Kabupaten Bekasi mendatangi sekolah peserta dengan pola satu sekolah setiap hari hingga seluruh proses selesai pada 2 September 2026.

“Penilaian lapangan kita mulai tanggal 1 Agustus dan berakhir tanggal 2 September karena satu sekolah satu hari.” jelasnya.

Setelah seluruh tahapan penilaian selesai, tim akan melakukan pengolahan hasil untuk menentukan sekolah yang memenuhi kriteria Adiwiyata Kabupaten Bekasi. Pengumuman hasil penilaian direncanakan dilaksanakan pada Oktober 2026, sementara sekolah yang memenuhi kriteria ditetapkan berdasarkan hasil penilaian dan ketentuan yang berlaku.

“Ketika sekolah-sekolah telah memenuhi kriteria dan telah memperoleh poin kurang lebih 70, minimal 70.” tegasnya.

Wowo menilai proses tersebut bukan sekadar menentukan sekolah yang memperoleh predikat Adiwiyata, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan lingkungan yang terus berjalan setelah proses penilaian berakhir.

“Kita memandang sekolah itu sekarang bukan sebagai objek, tetapi sebagai aset Kabupaten Bekasi.” tutup Wowo.

Read More