NEWS

Loading...

22/10/2026

Bappeda Kab. Bekasi Gelar Musrenbang CSR 2026, Selaraskan Program Perusahaan dengan Kebutuhan Warga

 

Kegiatan Sosialisasi Musrenbang CSR Tahun 2026 Kabupaten Bekasi di Aula Bappeda dengan platform digital csrbekasikab.go.id
Cyberindo.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha lewat forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) CSR. Langkah ini dilakukan agar program Corporate Social Responsibility (CSR) selaras dengan prioritas pembangunan daerah dan kebutuhan riil masyarakat.


Sosialisasi Musrenbang CSR Tahun 2026 tersebut digelar di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Bekasi, Kompleks Pemkab Cikarang Pusat, Kamis (22/10/2026). Forum ini diikuti puluhan perwakilan perusahaan, kawasan industri, rumah sakit, yayasan, hingga perguruan tinggi.


Baca juga: Satpol PP Kab. Bekasi Layangkan Surat Penertiban 19 Bangli di Lahan Tol Japek KM 27-28 Cikarang Barat


Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Dwy Sigit Andrian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang selama ini aktif menyalurkan program CSR dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.


Namun, ia menekankan pentingnya pelaporan. Menurutnya, banyak perusahaan sudah berbuat, tapi belum melaporkan, sehingga kontribusinya tidak terdokumentasi dengan baik.


"Kami mengajak semua perusahaan untuk melaporkan kegiatan CSR-nya. Tujuannya agar masyarakat tahu, bahwa perusahaan di Kabupaten Bekasi ini sudah banyak memberikan manfaat, bukan hanya dampak industrinya saja," ujar Dwy.


Baca juga: Siap Bugarkan, Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Bagikan Ikan Bagi Warga Desa Karangasih 


Ia menegaskan, publikasi tersebut bukan untuk pamer, melainkan untuk transparansi dan membangun kepercayaan publik.


"Tidak ada maksud untuk memamerkan. Ini soal transparansi, agar terlihat keberadaan perusahaan itu membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya," jelasnya.


Dwy juga meluruskan isu yang beredar. Ia menegaskan Pemkab Bekasi sama sekali tidak mengelola atau menampung dana CSR.


"Terkait CSR, saya tegaskan, kami tidak mengelola uang. Tidak ada satu rupiah pun dana CSR yang ada di pemerintah daerah. Semua tetap dilaksanakan langsung oleh perusahaan," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kabupaten Bekasi, Vina Sari Nalurita, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan persiapan untuk penyelarasan program CSR tahun 2027, sekaligus evaluasi realisasi komitmen tahun sebelumnya.


"Tujuannya kita ingin program CSR perusahaan itu selaras, searah dengan arah kebijakan pembangunan daerah dan apa yang dibutuhkan masyarakat," kata Vina.


Dalam forum tersebut, Bappeda menawarkan tujuh menu kolaborasi prioritas. Menu tersebut meliputi rehabilitasi ruang kelas dan penyediaan mebel sekolah, beasiswa untuk siswa kurang mampu, pelatihan digitalisasi bagi guru dan siswa, pelatihan kesiapan kerja, pelatihan kewirausahaan, serta perlindungan pekerja rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.


Vina menyebut menu tersebut disusun berdasarkan potret pembangunan di Kabupaten Bekasi, salah satunya masih rendahnya Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan tingginya angka pengangguran.


"Kita lihat RLS di Kabupaten Bekasi masih ada yang setara kelas 1 SMA. Jadi kita dorong penguatan SDM lewat pelatihan guru, siswa, dan digitalisasi," terangnya.


Tidak hanya SDM, Bappeda juga mendorong kolaborasi infrastruktur berkeadilan, salah satunya program satu desa satu penataan jalan lingkungan.


"Selain SDM, kita juga dorong infrastruktur yang merata. Salah satu prioritasnya penataan jalan lingkungan di setiap desa," ujarnya.


Menurut Vina, jumlah mitra CSR pada 2026 terus bertambah dibanding tahun lalu. Untuk mempermudah perusahaan memilih program, Bappeda telah menyediakan platform digital *csrbekasikab.go.id*. Di dalam platform tersebut tersedia pilihan program lengkap dengan lokasi, bidang, dan estimasi biaya sebagai referensi.


"Estimasi biaya yang kami tampilkan hanya sebagai referensi. Pelaksanaannya tetap sepenuhnya di perusahaan masing-masing. Pemerintah daerah tidak menerima dan tidak melaksanakan anggarannya," jelas Vina.


Melalui Musrenbang CSR ini, Pemkab Bekasi berharap kolaborasi semakin luas, program CSR semakin terarah, terdokumentasi, dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.


"Harapan kami, semakin banyak perusahaan yang mendukung program prioritas daerah. Semoga perusahaan yang berkolaborasi juga semakin sukses dan manfaatnya lebih luas untuk masyarakat," pungkasnya.