Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Supriadinata mengatakan Fokusnya memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dan membentuk pos-pos kesehatan di wilayah terdampak serta menerbitkan Surat Keputusan Tim Monitoring untuk melakukan pemantauan langsung ke lokasi-lokasi banjir.
"Seluruh Puskesmas di Kabupaten Bekasi beroperasi dan memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam", ujarnya.
Supriadinata menjelaskan, petugas melakukan monitoring langsung ke lapangan secara bergantian. Kami membagi tim menjadi lima kelompok, masing-masing terdiri dari tenaga medis dari empat hingga lima Puskesmas.
"Ditemukan penyakit kulit serta gangguan saluran pernapasan. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap dampak kesehatan pascabanjir
", pungkasnya.
Berdasarkan data pembaruan per 31 Januari 2026 pukul 13.00 WIB. BPBD Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 210 lokasi kejadian bencana hidrometeorologi yang tersebar di 48 desa pada 15 kecamatan.
